"Katakanlah kepada wanita yang beriman,
hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak
menampakkan perhiasannya kecuali (Yang biasa) nampak carinya. Dan hendaklah
mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka" (QS 24;31)
Terjemahan
ayat itu membuatku tidak bisa tidur tujuh hari tujuh malam. Ah lebay. Bukan
bukan Cuma tiga hari tiga malam. Hehehehe
Aku
nggak tau, kenapa ayat yang dibacakan oleh ustadzah muda itu membuatku berfikir
dan terus berfikir. Sudah pantaskah Aku hidup di dunia yang fana ini? bekal apa
saja yang sudah Aku kumpulkan? Ku bolak balikkan tubuh ini diatas kasur.
Sepertinya Aku belum punya bekal apa-apa untuk akhirat. Dan itu bukan sepertinya
tapi sudah jelas. Ah Ustadzah muda itu membuatku galau saja, padahal Ku lihat Dia
lebih muda dua atau tiga tahun dariku dan selama ini ceramah Ustadz Ustadzah
yang lebih berumur dan berpengalaman lebih dari Ustadzah itu tapi tak pernah ku
dengar. Apa mungkin sadarku itu lewat Dia? Tapi Aku ingin melabuhkan jilbab itu
karna hati ini sendiri yang bergerak bukan karena orang lain.
Pengajian akhir pekan itu membuat
hari-hariku resah tak menentu. Semua yang ku kerjakan tak pernah beres. Memang,
Aku memakai jilbab sejak Aku masuk SMA. Itu juga karena Ayah dan Ibu yang
menyuruhku. Mungkin jika tidak, asampai sekarangpun Aku belum juga memakai
Jilbab.
Waktu
itu, Aku sempat dekat dengan perempuan cantik, smart dan sholehah. Banyak teman
laki-laki mendekatinya, tapi Dia selalu memberi batas. Kadang Aku bingung
dengan tingkahnya, hingga suatu ketika Aku menegurnya
“
Dia itu cowok tampan dan pintar. Sudahlah terima saja Tiara “
Dan
jawabannya membuatku malu dan tak kehilangan kata
“
dia memang tampan, dia juga pintar. Tapi apakah pantas Aku menerimanya?
Sedangkan cintanya hanyalah cinta nafsu semata? Dalam islam tidak pernah ada
kata pacaran sayang. Yah jika dia mau, lamar Aku sekarang. Jika tidak maaf
saja, Aku akan menimpan cintaku pada seorang yang halal bagiku “
Keteguhannya dalam menjaga kesucian
begitu kuat.
Sempat dulu aku berfikir ingin
berubah kejalan yang lebih lurus seperti Dia, membesarkan pakaiannya,
melabuhkan jilbabnya, menundukan pandangannya, dan memahalkan lidahnya. Tapi
apalah daya jiwa ini begitu rapuh, iman ini begitu lemah mudah sekali di goyah,
terbawa teman-teman yang suka pada hal-hal yang mewah dan serba megah.
Hari ini ada pengajian di Masjid
kampus lagi. Sepertinya penceramahnya Ustadzah muda itu lagi. Entah kenapa hati
ini ingin menggerakkan kaki menuju pengajian itu.
Selangkah
demi selangkah, akhirnya kaki ini sampai juga didepan pintu masjid.
materinya masih melanjutkan materi minggu kemarin, yaitu tentang hijab.
materinya masih melanjutkan materi minggu kemarin, yaitu tentang hijab.
Dalam
hatiku berkata : apakah Allah sedang menyindirku? Bukan, Dia sedang
mengingatkanmu.
Aku
duduk di barisan paling akhir, ingin rasanya dekat dengan Ustadzah muda itu,
tapi Aku malu dengan pakaian yang Aku kenakan sekarang, walaupun ini lebih baik
dari pada minggu lalu tapi sepertinya masih sajamerasa belum pantas.
Kata-katanya
begitu halus nan lembut,
Ukhti
muslimah
Kewajiban
kita memakai jilbab itu adalah perintah Allah.
:
"Wahai Nabi (s.a.w.) katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, dan
wanita-wantia kaum muslim agar mereka mengulurkan jilbanya keseluruh tubuh mereka,
yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka
tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 33;59)
Sebagai
wanita kita seharusnya bangga, karena kemuliaan ada pada diri kita, karena
perhiasan terindah adalah diri kita, karena anak terlahir dari rahim kita.
Subhanalloh
Namun
taukah kalian? Kita adalah makhluk yang memicu adanya syahwat, dosa, dan nafsu.
Jika kita tidak bisa menutup aurat kita dengan benar, dengan syar’i.
Diakhir
perjumpaan kita ana mau mengingatkan untuk anti-anti semua, bahwa hijab bukan
sekedar penutup rambut, akan tetapi iya adalah pakaian yang lebar, menutup
seluruh aurat, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak terlihat seksi atau
menggoda. Sekian Wassalamu’alaikum
Ah,
kata-kata terakhir itu sangat menyindirku.
Sore ini sampai rumah Aku langsung
membuka almari pakaian. Lemari ini penuh dengan tumpukan celana jins ketat dan
kaod-kaos ketat. Ya Allah, hanya ada satu stel saja pakaianku yang besar dan
tidak membentuk. Aku langsung berlari kekamar Ibu
“
Bu, Nila ingin beli baju? “
“ beli baju lagi? Untuk apa? Kemarin kamu sudah beli dua stel Nila. Kita itu perlu menabung”
“ Bu, kali ini saja. Nila ingin membeli rok dan jilbab “ kataku sambil menundukan kepala
“ beli baju lagi? Untuk apa? Kemarin kamu sudah beli dua stel Nila. Kita itu perlu menabung”
“ Bu, kali ini saja. Nila ingin membeli rok dan jilbab “ kataku sambil menundukan kepala
“
benarkah Nila? “ Ibu terlihat gembira
Aku
memang sudah kuliah tiga tahun, tapi aku masih saja menyadongkan tangan pada
orang tua. Tidak seperti teman-teman yang mampu mencari uang sendiri dengan
segala usaha. Tapi tak terfikir sedikitpun olehku, karena Aku merasa uang Ayah
dan Ibuku lebih daricukup untuk membiayaiku. Sungguh pemikiran bodoh.
Pekan ini Ustadzah muda itu
melanjutkan pengajiannya.
Kali
ini materinya masih tentang hijab. Dengan pakaian yang menurutku itu sudah
sya’I kuberanikan diri untuk duduk didepan Ustadzah muda itu, sungguh wajahnya
cantik sekali bak bidadari.
Kali
ini materi terakhir ya ukhti muslimah
Semua
memang betuh proses bukan hanya hal cinta mencintai, bahkan hal menempuh hidup
baru.
Pendeknya,
wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah swt,
sungguh-sungguh terhadap kewajiban untuk menggapai cinta-Nya sebagaimana yang
dijanjikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh
Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya : “Rasul bersabda : “Allah swt
berfirman : “Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah
mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu
dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu selalu
mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku
mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia
gunakan untuk mendengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan
tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, apabila
ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta perlindungan
niscaya Aku lindungi (HR. Bukhari)
Dan meninggalkan larangan-Nya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw yang artinya : “Setiap anak Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana terdapat dalam firman-Nya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah..? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).
Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. Lalu pemuda muslim akan ngiler, terus ngincer untuk selanjutnya nguber. Nah lho.....
hehehehe,,,,, ingat ya ukhti hijrah itu selalu butuh proses..
Dan proses itu selalu bertahap,
Alhamdulilah semua terjalani meskipun pahit,
Cemoohan dari sekelikingmu bahkan mungkin dr sahabat dekatmu.
Dan meninggalkan larangan-Nya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw yang artinya : “Setiap anak Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana terdapat dalam firman-Nya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah..? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).
Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. Lalu pemuda muslim akan ngiler, terus ngincer untuk selanjutnya nguber. Nah lho.....
hehehehe,,,,, ingat ya ukhti hijrah itu selalu butuh proses..
Dan proses itu selalu bertahap,
Alhamdulilah semua terjalani meskipun pahit,
Cemoohan dari sekelikingmu bahkan mungkin dr sahabat dekatmu.
Nikmatilah
dan jalani, sesuatu hal yang kita jalani pasti akan ada yang dipetik apa lagi
hal baik, InsyaAllah kebaikan menyertaimu. J
Keep
move on ukhti,
Mujahadah itu memang pahit,
karna itulah ganjarannya Surga yang amat manis ^^
Tidak usah berfikir kamu sendirian,
di saat yg lain berkumpul tertawa lepas dgn candaanya,
pastikan kmu ttp kokoh dgn dzikirmu ,
pastikan kewajiban lima waktumu ttp engkau tunaikan.
Mujahadah itu memang pahit,
karna itulah ganjarannya Surga yang amat manis ^^
Tidak usah berfikir kamu sendirian,
di saat yg lain berkumpul tertawa lepas dgn candaanya,
pastikan kmu ttp kokoh dgn dzikirmu ,
pastikan kewajiban lima waktumu ttp engkau tunaikan.
Sungguh dia sangat bersahabat
sekali, Aku ingin suatu saat nanti menemuinya dan mendengar cerita-ceritanya
lagi.
Akhirnya
aku tau bahwa Islam itu indah, dan wanita-wanita muslimah itu paling indah. Dan
sekarang insyaAllah Aku mulai melabuhkan hijabku, untuk diriku, keluargaku,
masa depanku, akhiratku, dan khususnya untuk Robbku. Dan aku percaya, semua itu
butuh PROSES.
The
End
nice 😃
ReplyDelete