Tuesday, July 28, 2015

Hijrah itu Butuh Proses


             "Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan menjaga kemaluannya serta tidak menampakkan perhiasannya kecuali (Yang biasa) nampak carinya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka" (QS 24;31)
            Terjemahan ayat itu membuatku tidak bisa tidur tujuh hari tujuh malam. Ah lebay. Bukan bukan Cuma tiga hari tiga malam. Hehehehe
Aku nggak tau, kenapa ayat yang dibacakan oleh ustadzah muda itu membuatku berfikir dan terus berfikir. Sudah pantaskah Aku hidup di dunia yang fana ini? bekal apa saja yang sudah Aku kumpulkan? Ku bolak balikkan tubuh ini diatas kasur. Sepertinya Aku belum punya bekal apa-apa untuk akhirat. Dan itu bukan sepertinya tapi sudah jelas. Ah Ustadzah muda itu membuatku galau saja, padahal Ku lihat Dia lebih muda dua atau tiga tahun dariku dan selama ini ceramah Ustadz Ustadzah yang lebih berumur dan berpengalaman lebih dari Ustadzah itu tapi tak pernah ku dengar. Apa mungkin sadarku itu lewat Dia? Tapi Aku ingin melabuhkan jilbab itu karna hati ini sendiri yang bergerak bukan karena orang lain.
            Pengajian akhir pekan itu membuat hari-hariku resah tak menentu. Semua yang ku kerjakan tak pernah beres. Memang, Aku memakai jilbab sejak Aku masuk SMA. Itu juga karena Ayah dan Ibu yang menyuruhku. Mungkin jika tidak, asampai sekarangpun Aku belum juga memakai Jilbab.
Waktu itu, Aku sempat dekat dengan perempuan cantik, smart dan sholehah. Banyak teman laki-laki mendekatinya, tapi Dia selalu memberi batas. Kadang Aku bingung dengan tingkahnya, hingga suatu ketika Aku menegurnya
“ Dia itu cowok tampan dan pintar. Sudahlah terima saja Tiara “
Dan jawabannya membuatku malu dan tak kehilangan kata
“ dia memang tampan, dia juga pintar. Tapi apakah pantas Aku menerimanya? Sedangkan cintanya hanyalah cinta nafsu semata? Dalam islam tidak pernah ada kata pacaran sayang. Yah jika dia mau, lamar Aku sekarang. Jika tidak maaf saja, Aku akan menimpan cintaku pada seorang yang halal bagiku “
            Keteguhannya dalam menjaga kesucian begitu kuat.
            Sempat dulu aku berfikir ingin berubah kejalan yang lebih lurus seperti Dia, membesarkan pakaiannya, melabuhkan jilbabnya, menundukan pandangannya, dan memahalkan lidahnya. Tapi apalah daya jiwa ini begitu rapuh, iman ini begitu lemah mudah sekali di goyah, terbawa teman-teman yang suka pada hal-hal yang mewah dan serba megah.
            Hari ini ada pengajian di Masjid kampus lagi. Sepertinya penceramahnya Ustadzah muda itu lagi. Entah kenapa hati ini ingin menggerakkan kaki menuju pengajian itu.
Selangkah demi selangkah, akhirnya kaki ini sampai juga didepan pintu masjid.
materinya masih melanjutkan materi minggu kemarin, yaitu tentang hijab.
Dalam hatiku berkata : apakah Allah sedang menyindirku? Bukan, Dia sedang mengingatkanmu.
Aku duduk di barisan paling akhir, ingin rasanya dekat dengan Ustadzah muda itu, tapi Aku malu dengan pakaian yang Aku kenakan sekarang, walaupun ini lebih baik dari pada minggu lalu tapi sepertinya masih sajamerasa belum pantas.
Kata-katanya begitu halus nan lembut,
Ukhti muslimah
Kewajiban kita memakai jilbab itu adalah perintah Allah.
: "Wahai Nabi (s.a.w.) katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anakmu, dan wanita-wantia kaum muslim agar mereka mengulurkan jilbanya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 33;59)
Sebagai wanita kita seharusnya bangga, karena kemuliaan ada pada diri kita, karena perhiasan terindah adalah diri kita, karena anak terlahir dari rahim kita. Subhanalloh
Namun taukah kalian? Kita adalah makhluk yang memicu adanya syahwat, dosa, dan nafsu. Jika kita tidak bisa menutup aurat kita dengan benar, dengan syar’i.
Diakhir perjumpaan kita ana mau mengingatkan untuk anti-anti semua, bahwa hijab bukan sekedar penutup rambut, akan tetapi iya adalah pakaian yang lebar, menutup seluruh aurat, tidak ketat, tidak transparan, dan tidak terlihat seksi atau menggoda. Sekian Wassalamu’alaikum
Ah, kata-kata terakhir itu sangat menyindirku.
            Sore ini sampai rumah Aku langsung membuka almari pakaian. Lemari ini penuh dengan tumpukan celana jins ketat dan kaod-kaos ketat. Ya Allah, hanya ada satu stel saja pakaianku yang besar dan tidak membentuk. Aku langsung berlari kekamar Ibu
“ Bu, Nila ingin beli baju? “
“ beli baju lagi? Untuk apa? Kemarin kamu sudah beli dua stel Nila. Kita itu perlu menabung”
“ Bu, kali ini saja. Nila ingin membeli rok dan jilbab “ kataku sambil menundukan kepala
“ benarkah Nila? “ Ibu terlihat gembira
Aku memang sudah kuliah tiga tahun, tapi aku masih saja menyadongkan tangan pada orang tua. Tidak seperti teman-teman yang mampu mencari uang sendiri dengan segala usaha. Tapi tak terfikir sedikitpun olehku, karena Aku merasa uang Ayah dan Ibuku lebih daricukup untuk membiayaiku. Sungguh pemikiran bodoh.
            Pekan ini Ustadzah muda itu melanjutkan pengajiannya.
Kali ini materinya masih tentang hijab. Dengan pakaian yang menurutku itu sudah sya’I kuberanikan diri untuk duduk didepan Ustadzah muda itu, sungguh wajahnya cantik sekali bak bidadari.
Kali ini materi terakhir ya ukhti muslimah
Semua memang betuh proses bukan hanya hal cinta mencintai, bahkan hal menempuh hidup baru.
Pendeknya, wanita shalehah adalah sosok wanita yang taat melaksanakan perintah Allah swt, sungguh-sungguh terhadap kewajiban untuk menggapai cinta-Nya sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadits qudsy yang dirwayatkan oleh Imam Bukhary dari Abi Hurairah yang artinya : “Rasul bersabda : “Allah swt berfirman : “Barang siapa yang menjadikan selain Ku sebagai sekutu, Aku telah mengizinkan agar ia diperangi, tidaklah seorang hamba mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih dari yang Aku wajibkan, dan hambaku itu selalu mendekatkan diri kepadaKu dengan nawafil (amalan sunnah) sehingga Aku mencintainya, apabila Aku telah mencintainya, Akulah pendengaranya yang ia gunakan untuk mendengar dan pengelihatannya yang ia gunakan untuk melihat dan tangannya yang ia gerakan dan kakinya yang ia gunakan untuk berjalan, apabila ia meminta kepadaKu niscaya Aku beri dan apabila ia meminta perlindungan niscaya Aku lindungi (HR. Bukhari)

Dan meninggalkan larangan-Nya, berusaha menghindari yang makhruh dan sungguh-sungguh menjauhi yang haram. Namun bukan berarti ia tak pernah melakukan kesalahan dan dan luput dari perbuatan dosa, tidak, karena tidak ada di muka bumi ini orang yang tak penah berdosa sebagaimana yang disabdakan oleh Nabi saw yang artinya : “Setiap anak Adam pernah melakukan perbuatan dosa, dan sebaik-baiknya orang yang yang berbuat dosa adalah orang-orang yang bertaubat”. Sebagai manusia biasa, ia terkadang terjerumus pada perbuatan maksiat, akan tetapi ia akan cepat bertaubat dari kesalahannya tersebut dan bersegera menuju ampunan Allah sebagaimana terdapat dalam firman-Nya yang artinya : “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapalagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah..?  Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Qs 3 : 135).

Seluruh hari-harinya adalah ibadah, praktis dari bangun tidur sampai tidur lagi dipenuhi dengan ibadah, no time withouth ibadah begitulah mottonya. Maka jadilah ia seorang muslimah yang berakidah bener, ibadah seeur, akhlak bageur, berbadan seger dan otaknya pun pinter. Lalu pemuda muslim akan ngiler, terus ngincer untuk selanjutnya nguber. Nah lho.....
hehehehe,,,,, ingat ya ukhti hijrah itu selalu butuh proses..
Dan proses itu selalu bertahap,
Alhamdulilah semua terjalani meskipun pahit,
Cemoohan dari sekelikingmu bahkan mungkin dr sahabat dekatmu.
Nikmatilah dan jalani, sesuatu hal yang kita jalani pasti akan ada yang dipetik apa lagi hal baik, InsyaAllah kebaikan menyertaimu. J
Keep move on ukhti,
Mujahadah itu memang pahit,
karna itulah ganjarannya Surga yang amat manis ^^

Tidak usah berfikir kamu sendirian,
di saat yg lain berkumpul tertawa lepas dgn candaanya,
pastikan kmu ttp kokoh dgn dzikirmu ,
pastikan kewajiban lima waktumu ttp engkau tunaikan.
            Sungguh dia sangat bersahabat sekali, Aku ingin suatu saat nanti menemuinya dan mendengar cerita-ceritanya lagi.
Akhirnya aku tau bahwa Islam itu indah, dan wanita-wanita muslimah itu paling indah. Dan sekarang insyaAllah Aku mulai melabuhkan hijabku, untuk diriku, keluargaku, masa depanku, akhiratku, dan khususnya untuk Robbku. Dan aku percaya, semua itu butuh PROSES.

The End

1 comment: