Perempuan adalah makhluk terindah didunia ini. Perhiasan apapun tak dapat menandingi keidahannya. Syair-syair terciptakan hanya untuknya. Namun tak jarang, perempuan dijadikan budak, bahkan dilecehkan oleh kaum laki-laki karena kelemahannya. Sehingga membuat mereka trauma akan hidup baru, mengundang kesedihan, menghadirkan kegalauan serta keresahan.
Lalu bagaimana mengembangkan fikiran muslimah yang terdidik pada kebiasaan jaman dahulu yang hanya bertumpu pada dapur dan kasur untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin pesat agar bisa bangkit meraih kebahagiaan, kebebasan, serta dapat membangun keimanan dalam ketenangan.
Muslimah yang cantik, dari sejarah Islam maupun bangsa Indonesia, kita dapat belajar banyak dari perempuan muslimah dan perjuangannya pada waktu itu. Misalnya Siti Khodijah r.a, istri pertama Rosulullah. Beliau merupakan bisnis woman terkaya dibangsa arab. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga dia bisa berdagang dengan lancar. Dia juga mampu menjadi istri solihah menemani setiap jejak Nabi Muhammad SAW bahkan merelakan segala harta yang telah ia kumpulkan.
Sedangkan di Indonesia kita bisa belajar dari ibu kita RA Kartini. Dia adalah putri raja yang berjiwa ksatria. Kecerdasannya membantu banyak wanita pada waktu itu agar bisa mengenyam pendidikan sekolah. Pada waktu itu anak laki-lakilah yang diprioritaskan untuk sekolah sedangkan anak perempuan, setelah dia berumur belasan hanya dikurung didapur untuk memasak dan dinikahkan untuk melahirkan pejuang-pejuang baru. Maka putri kelahiran Jepara Jawa Tengah itu, yang dapat merasakan kebebasannya sendiri, ingin membantu sesama kaumnya. Karena merasa dirinya dan perempuan lain membutuhkan pendidikan akhirnya berdirilah sekolah untuk para perempuan.
Wahai para perempuan, kita sebagai muslimah sejati. Madrasah pertama bagi anak-anak kita. Mari kita berfikir bijak dan kritis dalam menghadapi dunia modern ini. Ada beberapa tips untuk kita agar bisa berjuang di jalan Allah namun dengan mengambil sisi positif kemajuan tekhnologi.
1. Kreatif
Seperti halnya Siti Khodijah r.a, kita juga harus bisa mengembangkan bakat kita dalam berbagai hal. Tak menghilangkan rasa hormat kita kepada suami. Namun kita bisa membantu mereka dalam hal ekonomi dengan memanfaatkan tekhnologi. Seperti halnya jaman sekarang, banyak sekali perusahaan mempromosikan produknya lewat jejaring sosial. Kita sebagai muslimah muda atau bahkan sudah mempunyai keluarga bisa mengembangkat bakat kita, hobi kita menjadi rezeki yang halal. Cukup menjalani hobi kita seperti memasak, menjahit, membuat kerajinan tangan atau lainnya. Lalu kita manfaatkan jejaring sosial untuk mempromosikan produk kita seperti halnya perusahaan. Bahkan kita lebih bisa ramah kepada pelanggan, karena produk itu adalah hasil dari tangan kita sendiri.
2. Cemerlang
Begitu halnya RA Kartini, kita sebagai kaum penerusnya juga harus cemerlang. Banyak dari kaum mudi yang menaruh hati kepada seorang kaum muda namun ia hanya meresapi dan mencurahkan kepada teman saja. Seharusnya, kita sebagai mudi bisa mengembangkan kecemerlangan fikiran kita untuk menulis suatu karya atau cerita agar bisa menghasilkan sebuah buku motivasi bagi para pemudi lainnya. Dan dengan itu kita bisa menghidupkan dunia kepenulisan ataupun lainnya atas nama perempuan.
3. Kritis
Banyak muslimah mengalami kegundahan hati karena dia tidak bisa kritis menghadapi perkembangan dunia yang semakin pesat. Lau apakah yang disebut kritis itu?
Kritis kepada semua hal yang berpengaruh terhadap hidup kita, khususnya berita yang ada di Indonesia itu sendiri. Kita harus mengetahui perkembangan disetiap berita. Kedetailan pemerintah dalam memperlakukan bangsa, sudah baik ataukan malah memundurkan. Karena muslimah cerdas itu adalah musimah yang berpengetahuan luas dan mampu mengkritisi namun disertakan alasan yang benar dan berbobot.
Kumpulan Cerita MLRA
Monday, January 23, 2017
Tips Muslimah Menghadapi Dunia Modern
Friday, December 30, 2016
TIPS MENJADI ISTRI YANG DIBANGGAKAN SUAMI
Mampu menjaga aib dan rahasia suami.
Tidak suka membeberkan aib suami kepada siapapun. Istri yang baik akan selalu menjaga rahasia suaminya, karena itu merupakan aib bagi suaminya.
Tidak suka membeberkan aib suami kepada siapapun. Istri yang baik akan selalu menjaga rahasia suaminya, karena itu merupakan aib bagi suaminya.
Berakhlakul karimah.
Senantiasa selalu menjaga tutur bahasanya, santun dalam berbicara, lembut perangainya dan berperilaku sopan terhadap suaminya.
Senantiasa selalu menjaga tutur bahasanya, santun dalam berbicara, lembut perangainya dan berperilaku sopan terhadap suaminya.
Tidak mudah marah pada suami.
Bersifat legowo dan mudah untuk memaafkan disetiap kesalahannya.
Bersifat legowo dan mudah untuk memaafkan disetiap kesalahannya.
Selalu menyenangkan hati suaminya.
Selalu ceria dan romantis dihadapannya akan membuatnya senang dan mendamaikan hati.
Selalu ceria dan romantis dihadapannya akan membuatnya senang dan mendamaikan hati.
Memberi perhatian pada suami.
dari hal sekecil apapun seperti menyiapkan pakaian untuknya, membersihkan tempat tidurnya, membelai keningnya, memberi senyuman, mencium tangannya ketika salah satu darinya hendak pergi.
dari hal sekecil apapun seperti menyiapkan pakaian untuknya, membersihkan tempat tidurnya, membelai keningnya, memberi senyuman, mencium tangannya ketika salah satu darinya hendak pergi.
Menerima dan menghargai sekecil apapun yang suami berikan.
Bersyukur atas apa yang dia usahakan untuk membahagiakan kamu, walau dengan sesuatu yang tidak berharga sekalipun.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: &Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.& Ada yang bertanya kepada beliau: &Apakah mereka kufur kepada Allah?& Beliau menjawab: &Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: &Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.& (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Bersyukur atas apa yang dia usahakan untuk membahagiakan kamu, walau dengan sesuatu yang tidak berharga sekalipun.Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: &Diperlihatkan neraka kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.& Ada yang bertanya kepada beliau: &Apakah mereka kufur kepada Allah?& Beliau menjawab: &Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) niscaya dia berkata: &Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.& (HR. Al-Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)
Taat pada perintah suami.
Apapun yang diperintahkan oleh suami selagi bukan dalam hal maksiat ataupun dosa, kita wajib mematuhinya.&Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: &Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.& (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)
Apapun yang diperintahkan oleh suami selagi bukan dalam hal maksiat ataupun dosa, kita wajib mematuhinya.&Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada tangan suaminya seraya berkata: &Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.& (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257.)
Bersolek hanya untuk suami dan tidak berlebihan dalam bersolek.
Pria mana yang tidak menginginkan wanitanya cantik dan rapih, selain enak dipandang juga bisa memberikan kenyamanan serta aura positif. Jika melihat istrinya bau dekil dan kumel tentu akan membuat suami tidak nyaman berada didekatnya. Ga ada ruginya kan melakukan hal seperti itu, agar suami betah di rumah ??&Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya&. (HR. Abu Dawud no. 1417.)
Pria mana yang tidak menginginkan wanitanya cantik dan rapih, selain enak dipandang juga bisa memberikan kenyamanan serta aura positif. Jika melihat istrinya bau dekil dan kumel tentu akan membuat suami tidak nyaman berada didekatnya. Ga ada ruginya kan melakukan hal seperti itu, agar suami betah di rumah ??&Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya&. (HR. Abu Dawud no. 1417.)
Tidak suka keluar rumah jika tidak ada keperluan dan seizin suami.
Wanita sholihah itu selalu menjaga dirinya, bukan pergi keluar rumah berkumpul diluar rumah dengan menggunjing dan ngerumpi ga jelas. Jika sudah berumah tangga hendaknya mengetahui kapasitasnya sebagai seorang istri juga ibu bagi anak-anak.
Wanita sholihah itu selalu menjaga dirinya, bukan pergi keluar rumah berkumpul diluar rumah dengan menggunjing dan ngerumpi ga jelas. Jika sudah berumah tangga hendaknya mengetahui kapasitasnya sebagai seorang istri juga ibu bagi anak-anak.
Tidak pecemburu.
Cemburu memang tanda cinta, tapi jangan jadi wanita pecemburu. Cemburu yang fatal bisa membakar keutuhan rumah tangga. Berikanlah kepercayan dan saling setia pada pasangan.
Cemburu memang tanda cinta, tapi jangan jadi wanita pecemburu. Cemburu yang fatal bisa membakar keutuhan rumah tangga. Berikanlah kepercayan dan saling setia pada pasangan.
Penuh kasih sayang.
Akan sangat berharga ketika pasangan memiliki sifat yang penuh kasih sayang, karena sifat ini sangat dibutuhkan agar ketentraman jiwa terpenuhi.
Akan sangat berharga ketika pasangan memiliki sifat yang penuh kasih sayang, karena sifat ini sangat dibutuhkan agar ketentraman jiwa terpenuhi.
Tidak pemalas.
Bagaimana tugas rumah bisa terselesaikan jika seorang istri malas-malasan?, karena begitu banyaknya tugas seorang istri dari mulai mencuci pakaian, cuci piring, memasak, menyiapkan makanan, menyapu, nyetrika, membersihkan ruangan dari debu dan kotoran, membersihkan barang-barang, sampai menata rapi ruangan yang ada di dalam rumah, semua itu adalah tugas wanita, so…jadilah wanita yang ga pemalas. Ok… supaya makin disayang suami.
Bagaimana tugas rumah bisa terselesaikan jika seorang istri malas-malasan?, karena begitu banyaknya tugas seorang istri dari mulai mencuci pakaian, cuci piring, memasak, menyiapkan makanan, menyapu, nyetrika, membersihkan ruangan dari debu dan kotoran, membersihkan barang-barang, sampai menata rapi ruangan yang ada di dalam rumah, semua itu adalah tugas wanita, so…jadilah wanita yang ga pemalas. Ok… supaya makin disayang suami.
Manjakanlah suami.
Ketika suami sedang berada di rumah, janganlah menyibukkan diri dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang bisa menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya, kecuali bila suami mengizinkan. Jika sudah berumah tangga, istri adalah ladang bagi suaminya, dan disitulah ladang pahala bagi keduanya. seperti dikatakan dalam sebuah hadits:
Ketika suami sedang berada di rumah, janganlah menyibukkan diri dengan melakukan ibadah-ibadah sunnah yang bisa menghalangi suaminya untuk istimta’ (bernikmat-nikmat) dengannya, kecuali bila suami mengizinkan. Jika sudah berumah tangga, istri adalah ladang bagi suaminya, dan disitulah ladang pahala bagi keduanya. seperti dikatakan dalam sebuah hadits:
yang artinya: Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang bepergian) kecuali dengan izinnya. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)
Melayani suami dengan penuh keihkhlasan.
Jangan pasang muka cemberut, dahi mengkerut dan bibir manyun ya…, supaya Allah tidak melaknatmu. Jangan pula menolak ajakan suami untuk bersenang-senang dengannya, karena Allah sangat tidak menyukai hal itu.
Jangan pasang muka cemberut, dahi mengkerut dan bibir manyun ya…, supaya Allah tidak melaknatmu. Jangan pula menolak ajakan suami untuk bersenang-senang dengannya, karena Allah sangat tidak menyukai hal itu.
Menjaga kehormatan dan harta suami.
Baik ketika suami sedang tidak berada di rumah maupun sedang berada di rumah. Karena kehormatan dan harta suami adalah kehormatan dan hartanya istri.
Baik ketika suami sedang tidak berada di rumah maupun sedang berada di rumah. Karena kehormatan dan harta suami adalah kehormatan dan hartanya istri.
Tidak suka membantah perkataan suami.
Terkecuali perkataannya salah dan menyesatkan. Jika tidak menyukai, maka bicarakanlah dengan lembut tanpa ada kekerasan dan menimbulkan pertengkaran.
Mampu menghibur suami ketika sedang bersedih atau tertimpa masalah.
Jangan memperkeruh masalah dan keadaan. Buatlah hatinya menjadi tenang.
Terkecuali perkataannya salah dan menyesatkan. Jika tidak menyukai, maka bicarakanlah dengan lembut tanpa ada kekerasan dan menimbulkan pertengkaran.
Mampu menghibur suami ketika sedang bersedih atau tertimpa masalah.
Jangan memperkeruh masalah dan keadaan. Buatlah hatinya menjadi tenang.
Wednesday, August 5, 2015
Untuk Yang Tersayang
Untuk Yang Tersayang
Oleh : Moniqe Laila R.A
Untuk
yang tersayang, jauh dipelupuk mata
Hanya
rindu yang dapat mendengar rasa
Kadang
ingin menjerit karena asa
Namun
, kucoba bertahan untuk sebuat ikatan cinta
Karena
kau disana sedang berjuang untuk sebuah cita-cita
Dan
aku percaya
Suatu
saat nanti kau dan aku akan menjadi kita
Sekarang ku biarkan angan-angan
melayang dalam fikiran
Mimpi-mimpi bertaburan dalam
gelapnya malam
Dan beribu-ribu untaian kata ku
pendam
Percayalah
sayang,
Cinta
ini hanyalah untukmu dan rinduku hanyalah padamu
Tak
ku biarkan satupun orang mengambil apa yang seharusnya milikmu
Karena
kau adalah yang sempurna dalam hidupku
Kepercayaanku
tak akan sirna padamu
Walau
tak sering aku mendengar kabar dan ceritamu
Namun,
Tuhan telah memberi keyakinan tersendiri pada hati
Untuk
selalu menanti kau yang tersayang
Tuesday, July 28, 2015
dalam renungan
Walaupun jauh dimata
tapi dekat dihati, namun apakah sama perasaan yang ada disana? Memahami hati
yang terluka, menahan semua rasa.
Hampir dua tahun aku terpaku dalam kondisi ini selalu
mendengar kata-kata pembodohan karena menunggu seseorang yang berjanji namun
tanpa kabar.
“ sayang, tunggu Aku pulang. Aku akan menemuimu kembali
dan Kita akan mejalani hidup baru bersama “
Dinginnya malam ini bagaikan belati yang menusuk hati seolah
olah tau dengan kondisi diri.
Tok tok tok, tiba-tiba
suara pintu membuyarkan lamunanku bersama bintang-bintang. Ku buka pintu kamar
yang sedari tadi sore ku kunci.
“ Ada apa Umi? “
“ Umi mau ngomong nak “
“ iya “
“ Kamu kenal Kiai Kholil? “
“ Ya kenal Banget lah Um, Kiai Kholil kan yang punya
pondok pesantren tempat Melati ngaji “
“ Benar beliau
punya anak yang kuliah di Kairo? “
“ Sepertinya benar Mi, dulu Melati sempat denger dari
teman kalo putra Kiai studi lanjut
ke Kairo. Tapi Melati nggak kenal “
“ Kamu tau kalau Abahmu itu sahabat Kiai Kholil? “
“ Ya taulah Mi, bukannya dulu Melati di Pondokin disitu
karena Kiai Kholil sahabat Abah
ya? Sebenarnya kenapa sih Mi? Melati disuruh mondok lagi? “
“ Enggak, gimana Raka? Sudah ada kabar? “
“ Belum Mi “
“ Dua tahun Dia tidak mengabarimu? “
Aku hanya bisa diam tertunduk
“ Abahmu sudah menerima lamaran dari putra Kiai Kholil “
“ Untuk Melati Mi? “
“ Iya untuk Melati “
“ Kok bisa Abah seperti itu Mi? kenapa tidak tanya Melati
dulu? “
“ Ya mau gimana lagi, Umi nggak bisa bicara apa-apa. Kamu
tau sendirikan kalau keputusan Abah itu
tidak bisa diganggu gugat “
“ Mi, tapi Melati sudah punya pilihan “
“ Pilihan yang mana? Raka tidak pernah memberimu kabar.
Siapa tau disana Dia sudah punya
perempuan lain atau malah sudah menikah “
“ Umi kok bicara begitu “
“ Sebagai perempuan kita harus berhati-hati sayang “
“ Tapi Mi, dia udah janji sama Melati “
“ Sudah, lebih baik kamu terima dengan pilihan Abahmu “
Ibu pergi
meninggalkanku. Aku tak tau apa yang harus aku lakukan.
Hari ini adalah hari pertama Aku bertemu dengan putra
Kiai Kholil, namanya Iqbal. dengan ditemani saudara sepupuku. Entah mengapa
hatiku merasa resah.
“ Assalamu’alaikum “
“ Wa’alaikumsalam “
Subhanallah, Dia memang tampan, yang Aku lihat dari
setiap bait kata-kata yang Dia katakan begitu baik namun dia cenderung pendiam.
Tapi apakah aku bisa mencintainya seperti aku mencintai Raka.
Disepertiga malam Aku terbangun, untuk memohon petunjuk
dan ampun.
Ya Allah, dzat yang
Maha Agung. Yang memberi kenikmatan tiada tara. Dalam sujudku malam ini
ampunilah dosa hamba dan dosa kedua orang tua hamba, begitu banyak kesalahan
yang telah hamba lakukan, yang hamba sengaja maupun tidak. Ya Allah,
lindungilah kami dalam setiap langkah dari segala musibah, malabahaya, maupun
godaan syetan yang terkutuk. Ya Allah,
mudahkan hamba dalam mencari ridhomu. Ya Allah, hamba yakin jika dia diciptakan
untukku, pasti itu yang terbaik bagiku karena Mu ya Allah. Sungguh hamba
berserah diri padaMu tentang takdirku ini. Aamiin
Semoga saja dia memang jodohku, karena pagi ini Aku akan
melangsungkan pernikahan dengan Iqbal. Walaupun rasa ini masih tertuju pada
Raka tapi Aku yakin rasa cinta pasti akan tumbuh di hatiku nanti untuk Iqbal
calon Imamku. Yang paling utama Aku bisa membahagiakan kedua Orangtuaku.
“Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa
Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq”
Sah, sah, sah,
Alhamdulillah.
“ Ya Allah semoga Dia
imam yang terbaik untuk hamba “
Setelah Ijab Qobul selesai Aku di iring keluar untuk
bertemu suamiku. Tiba-tiba Aku melihat sepasang mata yang tak asing bagiku. Dia
Raka, benar-benar Raka. Dia datang dipernikanku, siapa yang memberitahunya.
Ingin sekali Aku menuju tempat duduknya, tapi semua tak mungkin. Mengapa jadi
seperti ini. dia bisa disini pastinya sudah lama pulang ke tanah air, mengapa
Dia tidak mendatangiku. Atau benar perkataan Umi kalau dia sudah mempunyai
istri. Beribu pertanyaan dihati ini . Maafkan aku Mas Iqbal, pasti kau akan
sakit hati jika tau semua ini. tapi semua fikiran yang ada di otak Aku abaikan,
karena Aku telah bersuami tak sepantasnya Aku bernostalgia didalam fikir dan
angan.
“ Mbak Melati, ada surat buat mbak “
“ Dari siapa Bi? “
“ Katanya dari teman mbak, tapi saya lupa nggak nanya “
Ku buka surat Biru itu
Assalamu’alaikum
Melati itu Putih
Melati itu Suci
Melati itu Indah
Melati itu Harum
Walau melati telah lama terpetik
harumnya tak akan punah
Melati telah lama ku kenali
Tapi tak dapat aku miliki
Maafkan aku melati, aku tak dapat
menepati janji
Karena aku telah terdahului
Melati dua bulan sudah
aku di kota ini, tapi Aku belum sanggup mengungkapkan diri. Tapi ternyata aku
terdahului olehnya.
Satu minggu yang lalu aku telah siap menemuimu dan ingin
meminangmu, setelah aku bertemu Ayahmu ternyata Kau telah dikhitbah oleh
Suamimu. Aku tak bisa berbuat apa-apa, hanya do’a dan air mata yang dapat
terucap. Maafkan aku, aku terlalu lama membuatmu menunggu, Aku juga telah
mengingkari janjiku karena kita tak bisa hidup bersama dalam lembaran baru.
Tapi kau harus ingat, nama dan harummu selalu di hatiku.
Melati, ku do’akan Kau bahagia bersama imammu. Semoga Dia
adalah imam yang terbaik bagimu. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawada, wa
rohmah. Aamiin
Wassalamu’alaikum
Dari pemujamu
Air mataku berlinang,
Ya Allah maafkan hamba,
semoga Dia menemukan cinta sejatinya. Aamiin
Masih di Tempat yang Sama
Ku hirup udara segar
malam ini, bersandarkan dinding bermandikan bintang berlampukan bulan, aku
mengingat kembali masa bahagia bersama Raka. Sedang apa kau sekarang? Sepuluh
tahun bersama penuh canda tawa dirumah panti kita, namun hilang seketika. Kau
ikut bersama orangtua angkat yang begitu sayang padamu.
Aku masih ingat dan
selalu ingat, kamu suka sekali buah apel, sampai-sampai setiap jatah buahku kau
ambil dan memakannya disudut kamar. Setelah itu kamu pura-pura kebelakang rumah
sekedar menyapa siapa saja yang sedang mencuci piring.
Aku juga ingat baju
kesayanganmu, kotak-kotak merah putih yang kau anggap itu adalah baju
kemerdekaan karena kamu ingin menjadi pejuang yang tangguh. Dan kamu juga harus
ingat kalau aku selalu protes dengan kesukaanmu itu, menurutku baju perjuangan
itu doreng hijau seperti tentara . Tapi
tetap saja aku yang kalah dengan kecrewetanmu itu.
Yang paling aku suka,
kamu selalu ingin baju muslim kita satu warna. Saat kamu pakai koko putih kamu
menyuruhku memakai gamis putih dan kamu bilang “ Aisya, aku sayang kamu” dan
aku selalu menjawab sama denganmu.
Walaupun itu ucapan
saat kita masih kecil, namun selalu terniang ditelinga dan tersimpan dihatiku
Raka.
Kamu juga ingin menjadi
Ustadz, aku sudah melihat bakat satumu itu yang setiap kali menceramahiku
dengan dalil-dalil seadanya yang kau tau dari pengajian rutin sore kita. aku
sangat mendukungnya, walaupun aku yang menjadi uji coba kemarahanmu.
Besok aku akan
launching novel terbaruku disalah satu mall di Surabaya. Aku harus tidur lebih
awal malam ini karena aku tidak ingin mengecewakan semua. Oh iya, kamu sangat
senang jika aku menjadi seorang penulis maka dari itu aku ingin sekali menjadi
penulis.
Alhamdulillah, akhirnya acarapun telah selesai tanpa ada
kendala sekalipun.
Selagi masih siang, aku ingin mengunjungi taman kecil
tempat kita bermain sampai tidak ingat waktu dulu. Ku pandangi bunga-bunga yang
tidak pernah berubah posisi, bunga mawar merah disebelah kanan, mawar putih
disebelah kiri, dan mawar merah muda disebelah kanan. Kursi panjang
ditengah-tengah harumnya mereka.
Tiba-tiba dari sebrang
bunga-bunga ada laki-laki memanggil namaku
“ Aisya “
Siapa dia, kenapa tau
namaku
“ iya, saya Aisya kamu
siapa? “ sengaja aku berteriak karena jauh
“ benarkah? “
Pertanyaan yang
membuatku berfikir aneh
“ iya benar “ suaraku
masih berteriak karena kita masih ditempat yang sama
Tiba-tiba dia lari
menuju tempatku
“ Aisya, aku rindu kamu
“ lontarnya
“ Maaf, kamu siapa? “
“ Aku Raka, aisy “
“ Raka Pradita Pratama?
“
“ Iya aisya “
“ Subhanallah, kamu
sudah berubah sekali Raka “
“ Alhamdulillah aisy,
kamu juga berubah sekarang menjadi lebih anggun dengan jilbab yang kau kenakan
itu “
Aku hanya membalasnya
dengan senyuman.
Banyak yang kita bicarakan,
hingga dia berbicara tentang rasanya.
“ Aisy, maafkan aku
yang tidak bisa melupakanmu. Sepuluh tahun kita berpisah tidak mengurangi
rasaku padamu walaupun dulu itu adalah rasa sayang sebagai sahabat namun
sekarang lebih besar rasa ini menjadi cinta yang tidak bisa terhapuskan “
Air mataku menetes
begitu saja, ternyata bukan hatiku saja yang merasakan.
“ Begitukan Ka? Akupun
tidak berbeda “
“ Ya Allah, benarkah
Aisy? “
“ Tentu saja benar. Oh
iya, kamu tau aku disini Ka? “
“ Iya Sya, tadi aku ke
mall tempat kamu launching novel terbarumu tapi aku tidak sempat menemuimu
karena kamu dipenuhi oleh fans yang meminta tanda tanganmu dan aku yakin bahwa
kamu akan kesini “ dengan senyuman manisnya
Aku membalas senyumnya
“ Taukah kau, mengapa
dulu saat aku kecil sangat suka dengan apel? “
“ Karena apel sangat
lezat bukan? “ jawabku
“ Tentu saja, bahkan
semua makananpun lezat bagimu “ masih ingat saja dia kalau aku itu hobi makan
“ Hehe, kau ini “
“ tapi bukan itu
alasannya Aisy “
“ Jadi apa? “
“ Karena buah apel itu
bentuknya bundar tidak berujung seperti cintaku padamu, berdaging tebal setebal
cintaku padamu, berair seperti cintaku padamu yang tidak pernah kering,
berkulit lunak seperti hatiku yang selalu bersedia memaafkan kesalahanmu “
“ Begitukah Raka? “ air
mataku semakin mengalir
Ingin rasanya memeluk
tubuh Raka, namun aku tau batasan seorang muslim. Bahkan duduk berdua seperti
inipun sebenarnya tidak boleh, tapi bagaimana lagi.
“ Sya, umur kita
semakin lama semakin dewasa tidak seperti dulu lagi. Umurkupun sudah 25 tahun.
Umi juga sudah menyuruh untuk mencari permaisyuri yang selalu setia
disampingku, dan aku ingin meminangmu. Bolehkan? “
Aku terkejut dengan
perkataannya
“ A aku tidak percaya
dengan perkataanmu Rak “
“ Aku serius Sya, aku
sudah tau kamu sejak kecil, kesukaanmu hingga kebiasaanmu. Kita tidak usah
berta’aruf, malam ini aku akan temui Ibu Panti untuk mengkhitbahmu menanyakan
kapan proses pernikahan kita bisa berlangsung. Aku yakin Ibu Panti dan Umi akan
setuju “
“ Baiklah Ka, aku
menerimamu. Aku percaya kamu pasti bisa menjadi Imam yang terbaik untukku “
Akhirnya proses pernikahan kami berlangsung dengan
khidmat.
Bersambung . . .
Tunggu kelanjutannya ya
Negeri di Awan
Menjadi seorang pelukis
itu membutuhkan imajinasi yang tinggi, pengalaman luas, agar dapat berkreasi
sebanyak mungkin. Seperti halnya penulis, mereka juga membutuhkan hal yang sama
dengan pelukis.
Menurutku imajinasi adalah hal yang penting dalam melukis
maupun menulis. Perbedaan hanya terletak dalam bentuk medianya saja. Karena
tanpa imajinasi kita tidak dapat menuangkan karya dalam kertas kosong dihadapan
kita. Dalam berimajinasi itu butuh perasaan yang penuh. Karena tanpa perasaan
atau mood yang mendukung, semua itu tidak berjalan. Ada saja yang mengganjal,
bahkan tangan tidak mau digerakkan. oleh sebab itu karya kita pasti
mencerminkan perasaan hati. Sedih maupun bahagia. Tapi tetap saja aku harus
ikuti pesanan pelanggan. Yah beginilah tuntutan profesi.
Hari ini aku dapat pesanan baru dengan honor yang cukup
membuatku semangat. Lukisan yang bertemakan Negeri di Awan.
“ Baik Pak, pesanan akan segera saya kerjakan”
Sepertinya ini mudah tidak
seperti pesanan yang kemarin, ucap hatiku
Oh iya, namaku Nanda aku terlahir dari keluarga
berpendidikan, Ayahku seorang Insinyur Pertanian dan Ibuku seorang Dosen
Universitas Negeri ternama di Indonesia. Orangtuaku menginginkan aku menjadi
seorang dokter atau dosen, namun aku tidak bisa mengikuti keinginan mereka
karena sejak kecil hatiku terpanggil untuk melukis. Tapi untungnya mereka tau
akan bakatku ini, bahkan mereka memberiku fasilitas yang lebih dari cukup.
Malam ini ditemani bintang-bintang yang gemerlap dan
bulan yang terang, aku mencari imajinasi untuk pesanan lukisanku, namun tetap
saja tidak mendapatkan apa yang aku inginkan.
Tiba-tiba handphone ku
berbunyi pesan masuk
“ Assalamu’alaikum
Nanda, aku ingin memutuskan hubungan kita. Abah dikampung sudah menjodohkanku
dengan laki-laki disana dan tidak mungkin aku menolah perjodohan ini. Jika menolak
namaku akan dicoret dari silsilah keluarga. Ini juga karena salah kamu, aku
sudah meminta kamu untuk meminangku tapi kamu tetap saja memikirkan karier. Aku
sudah tidak bisa berfikir apapun kecuali menerima perjodohan ini. Maafkan aku
Nanda. Dari Indah
Nyawaku seperti
melayang membaca pesan ini.
“ Ya Allah, ujian apa
ini. Hampir 5 tahun ku jalani tapi berakhir seperti ini “
“ To : Indah. Aku nggak
bisa bilang apa-apa ndah, aku mencintaimu. Lebih dari apapun dan aku yakin kamu
pasti tau. Kamu juga tau mengapa aku menunda untuk menikahi kamu karena aku
masih butuh banyak materi untuk dipersiapkan. Sebenarnya sulit untuk mengakhiri
kisah yang penuh liku ini. Tapi apa boleh buat. Sepertinya kamu bahagia
dengannya. Dan aku senang jika kamu pun senang. Good luck ndah. I love you “
Tidak ada balasan lagi
dari indah, it’s ok.
Lagi-lagi mood tidak mendukung dengan pekerjaan.
Kupejet keypad handphoneku
“ Assalamu’alaikum “
“ Wa’alaikumsalam, Nan.
Ada apa? “
“ Ndah, kamu bohongkan?
“
“ Nanda, kapan aku
pernah bohong ke kamu? “
“ Ndah, aku cinta kamu.
Aku akan melamarmu sekarang “
“ Nanda! Nasi sudah
menjadi bubur. Empat tahun aku menunggumu dengan janji-janji manis. Aku tau
hubungan kita selama ini telah melanggar syariat agama. Walaupun kita tidak
melakukan hal-hal yang melewati batas dan penuh support, tapi sekarang
kesabaranku yang telah melewatinya “ berhenti sejenak
“ kamu sudah terlambat
sekarang Nanda, bukan hanya kamu yang merasa kecewa dengan hubungan kita ini
namun aku juga. Tapi aku tidak bisa apa-apa lagi. Dia laki-laki sholeh,
berpendidikan, dan sudah mempunyai pekerjaan tetap. Aku yakin dia adalah ladang
pahalaku Nanda. Sekali lagi maafkan aku “
Tut tut tut
Dia tidak memberiku
waktu lagi untuk bicara. Berarti sekarang aku harus lupakan semua.
Satu bulan telah berjalan, namun pesanan lukisan belum
juga aku kerjakan. Ya Allah maafkan hamba yang tidak bisa membagi waktu, dan
membawa masalah pribadi pada pekerjaan untuk mendapatkan risky dariMu.
Siang yang begitu terik membuatku tidak berkonsentrasi
karena hawa yang panas, tiba-tiba ada seseorang datang
“ Maaf mas, bagaimana
pesanan saya? “
“ Duh, maaf Pak belum
jadi. Tapi insyaAllah dua minggu lagi jadi pak “
“ Ya sudah, ini janji
ya mas. Kalau tidak saya akan pindah kepelukis lain “
“ Baik Pak “
“ Saya boleh lihat
koleksi lukisannya Mas? “
“ Silahkan Pak “
Waktu terus berjalan. Namun tidak ada perubahan dalam
hidupku. Aku selalu teringat masa-masa itu, saat bercanda ria dengan Indah. Namun,
dia sudah bahagia bersama pangeran sekarang. Dan aku harus menerimanya.
Tiba-tiba ada panggilan
telephone
“ Assalamu’alaikum,
siapa ya? “
“ Wa’alaikumsalam, hai
sob. Gimana kabarmu? “
“ Ini Indra ya? “
“ Iya sob “
“ Wah sudah lama kamu
nggak ada kabar? Aku baik-baik saja. kamu gimana? “
“ Aku juga baik sob.
Maaf, kemarin aku sibuk. Oh ya gimana kabar kamu dengan Indah? “
“ Dia sudah bahagia
dengan pilihan orang tuanya “
“ Maksudnya Dia
dijodohkan? “
“ Ya begitulah “
“ Ya sudahlah, mungkin
dia bukan jodohmu ingat firmanNya Boleh
jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula
kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui
sedang kamu tidak mengetahui “
“ nih Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu
bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi
derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman. Sudahlah. Yang penting
kamu sekarang harus nguatin imanmu padaNya, yaitu dengan memperdalam agamamu
karena kamu adalah calon imam sob “
“ Iya “
“ ya sudah. Oh ya, besok minggu aku dan teman-teman lain ada acara
reoni di Puncak Gunung. Aku harap kamu mau ikut “
“ Aduh , aku sedang ada job nih sob. Maaf yah “
“ Ya sudahlah. Udah dulu ya sob. Assalamu’alaikum“
“ Iya. Wa’alaikumsalam “
Dua hari telah
terlewati lagi, tapi pekerjaan tetap saja tidak bisa terselesaikan. Oh iya,
kenapa aku nggak ikutan ke puncak saja, siapa tau disana aku bisa dapat sensasi
baru.
“ Subhanallah, sungguh aku tidak bisa berfikir apa-apa selain bersyukur
dan kagum atas ciptaanMu ya Allah. Makasih ya sob, karena kamu aku jadi punya
inspirasi buat lukisanku nanti “
“ Iya sama-sama “
Akhirnya lukisan
indahku tentang Negeri Di Awan telah selesai. Jika benar itu ada pasti aku akan
ajak permaisuriku kesana kelak.
Terimakasih Bapak Budi yang telah memesan lukisan ini dan membawaku
menjadi pelukis terkenal.
Sekarang aku tau. Bahagia tidak harus bersama seorang perempuan, tapi
dimana ada Tuhan, Orang tua, dan Sahabat disamping kita.
Jawaban dari Hujan
Pagi ini aku ada janji
dengan Rio, orang yang special dihatiku. Kita kenal sejak pertama masuk kuliah,
berpacaran hingga saat ini dan hampir empat tahun.
“ Biasanya kalo mau ketemu sama Rio pasti
hujan, tapi pagi ini langitnya kok sangat cerah. Ah mungkin selama ini hanya
kebetulan “ gumamku
Setelah setengah
perjalanan, tiba-tiba rintik hujan turun. Aku berhenti untuk memakai jas hujan.
Akhirnya sampai juga, kita
makan dan ngobrol banyak hal. Sebenarnya kita satu kampus tapi memang sulit
meluangkan waktu untuk bersama, karena jadwal kuliah kita berbeda.
Tiba-tiba handphoneku berbunyi
“ Assalamu’alaikum febi
anakku, kabar kamu gimana dan kapan liburan semesternya? Bukannya tes
semesteran sudah selesai satu minggu yang lalu? Dari Ayahmu nduk “
“ Wa’alaikumsalam, Febi
sehat Yah. maafkan Febi. Febi baru selesai liburan dengan teman-teman Febi di
Bandung. InsyaAllah besok senin Febi pulang ke Semarang “ Ku jawab singkat
seadanya, yang penting Ayah dan Ibu tau keadaanku sekarang.
Setelah menempuh perjananan yang cukup melelahkan, akhirnya
aku sampai juga di Semarang. Aku disambut bahagia oleh Ayah dan Ibu.
Malam ini aku menikmati udara Kota Kelahiranku. Aku memandang
bintang-bintang yang tak beraturan namun menambah keindahan. Bagaikan lukisan berbingkaikan
jendela.
“ Nduk, Ibu sama Ayah
mau bicara. Ayo keruang keluarga “ Ibu membuyarkan lamunanku
“ Eh Ibu, bikin Febi
kaget. Emangnya ada apa bu? “
“ Kalau mau tau buruan
kebawah. Ayah sudah menunggu “
Akhirnya ku tinggalkan
lukisan bergerak itu.
“ Ada apa yah? “
tanyaku
“ Kamu sekarang
semester akhir ya nduk? “
“ Iya yah, Febi sudah
mulai menyiapkan skripsi. Do’ain ya yah “
“ Pasti dong, anak Ayah
satu-satunya harus sukses “ Dengan senyuman
“ Makasih yah “ kupeluk
Ayah yang mulai senja itu.
“ Gini Nduk, sebenarnya
Ayah memanggilmu ada yang mau Ayah sampaikan. Minggu lalu sahabatmu Zikir
datang kesini “
“ Oh Kak Zikir, kan
udah biasa dia main kesini yah “
“ Iya biasa, tapi ini
beda. Kemarin dia kesini bersama Orangtuanya dan ingin mengkhitbah kamu “
“ Apa yah? Kok bisa
gitu sih “
“ Ayah dan Ibu juga
terkejut mendengarnya, tapi niatnya baikkan Nduk? Dia juga anak baik, tampan
lagi, kita juga sudah tau kepribadiannya sejak kalian masih kecil,dia juga
sudah bekerja sekarang dan yang paling utama dia keturunan dari ulama. Jadi apa
lagi yang harus difikirkan? Kamu juga sudah tau semua tentang dia kan? “ timpa
Ibu
“ Iya bu, semua yang
Ibu katakana itu benar. Tapi bagaimana dengan Rio? Ibu dan Ayah juga sudah
kenal dengannya? Dan mana mungkin Febi berkhiyanat? Febi sudah terlanjur
mencintainya. Dan soal Kak Zikir, dia sudah Febi anggap sebagai kakak Febi
sendiri “
“ Apa Rio sudah
mengatakan keseriusannya sama kamu? Kapan dia akan mengkhitbahmu? “
“ Belum yah, diakan seangkatan denganku, jadi
mungkin nunggu kita lulus dan dia bekerja “
“ Apa-apaan kamu! Umur kamu sekarang sudah dewasa,
kamu juga butuh imam yang lebih dewasa darimu agar rumah tanggamu nanti bisa
bahagia dan bukan laki-laki yang sukanya cuma senang-senang saja. Dan kamu
lihat sendiri, Ayah sudah mulai batuk “ Bentak Ayah
Aku langsung lari kekamar. Aku bingung dengan
keadaanku ini. Ya Allah apa yang harus aku lakukan.
Dua hari sudah aku dirumah, tapi tidak ada
percakapan panjang dengan Ayah ataupun Ibu.
Tiba-tibaada ketokan di pintu kamarku
“ Nduk, ada Zikir. Dia mau bertemu sama kamu “
“ Iya bu, suruh tunggu sebentar “ jawabku
Ku tarik tangannya dan ku ajak ke taman biasa kita
bertemu.
“ Apa maksudmu kak? Mengapa kamu selancang itu
padaku? “ tanyaku
“ Maafkan aku feb, aku juga tidak tau. Satu minggu
aku mimpi tentang kamu, aku fikir aku hanya rindu denganmu. Lalu aku mencoba
menghubungimu, nomor handphone kamu
ternyata sudah ganti. Umi dan Abahku selalu memintaku untuk mencarikannya
menantu, aku bingung. Setelah itu, satu bulan aku mencoba solat istikharoh tapi
tetap saja dalam mimpiku ada kamu. Akhirnya dengan niat karena Allah aku
mencoba mengkhitbahmu. Tapi Ayah dan Ibumu ingin jawaban darimu. Dan aku akan
menunggu. Apapun jawan kamu aku akan terima, karena semua pasti ada hikmahnya “
“ Kak, maafkan aku. Kamu sudah aku anggap sebagai
kakakku sendiri. Nggak lebih. Sekali lagi maafkan aku “ aku lalu pergi
meninggalkannya.
Esoknya
aku kembali ke Bandung untuk melanjutkan kuliahku.
Aku
cepat-cepat mencari Rio, aku ingin cerita dengannya dan ingin dia cepat-cepat
malamar dan menikahiku.
Setibanya
di warung tempat biasa makan, aku tidak menyangka. Dia sedang suap-suapan
dengan perempuan lain. Cobaan apa lagi ini.
Air yang ada dibotol ransel ku buka dank u siramkan
ke rambutnya
“ Dasar laki-laki buaya. Ternyata selama ini kamu
mempermainkanku? “
“ Febi, bukannya kamu masih di Semarang? “
Aku lari keluar, tidak perduli dengan hujan deras
yang mengguyur.
“ Feb, tunggu. Kamu salah faham, aku hanya
mencintaimu ”
“ Cukup Rio. Aku nggak minta penjelasanmu. Cukup
hujan yang menjadi saksi. Selama ini hujan telah mengisyaratkan pada hubungan
kita bahwa dia tidak merestui dan pastinya Allah juga begitu, namun aku saja yang
tak faham dengan isyarat ini. Sekarang aku sudah tau dan ini adalah akhir cerita
kita. maafkan aku, noda ini cukup dalam
“ aku berlari dalam guyuran air hujan
Aku
memang bodoh. Selama ini perasaanku sia-sia. Ya Allah maaf kan hamba. Hujan,
terimakasih atas semuanya.
“ Febi? Kenapa kamu hujan-hujanan? “
“ Kak Zikir? Kenapa kamu disini? “
“ Aku sedang memenuhi undangan pernikahan sahabatku
disini, kamu kenapa feb? “
“ Aku mau menikah denganmu kak “
“ Benarkah? “
“ Benar kak “ ku peluk erat tubuh kak Zikir. The End
Subscribe to:
Posts (Atom)