Perempuan adalah makhluk terindah didunia ini. Perhiasan apapun tak dapat menandingi keidahannya. Syair-syair terciptakan hanya untuknya. Namun tak jarang, perempuan dijadikan budak, bahkan dilecehkan oleh kaum laki-laki karena kelemahannya. Sehingga membuat mereka trauma akan hidup baru, mengundang kesedihan, menghadirkan kegalauan serta keresahan.
Lalu bagaimana mengembangkan fikiran muslimah yang terdidik pada kebiasaan jaman dahulu yang hanya bertumpu pada dapur dan kasur untuk menghadapi perkembangan dunia yang semakin pesat agar bisa bangkit meraih kebahagiaan, kebebasan, serta dapat membangun keimanan dalam ketenangan.
Muslimah yang cantik, dari sejarah Islam maupun bangsa Indonesia, kita dapat belajar banyak dari perempuan muslimah dan perjuangannya pada waktu itu. Misalnya Siti Khodijah r.a, istri pertama Rosulullah. Beliau merupakan bisnis woman terkaya dibangsa arab. Dia memiliki kecerdasan yang luar biasa, sehingga dia bisa berdagang dengan lancar. Dia juga mampu menjadi istri solihah menemani setiap jejak Nabi Muhammad SAW bahkan merelakan segala harta yang telah ia kumpulkan.
Sedangkan di Indonesia kita bisa belajar dari ibu kita RA Kartini. Dia adalah putri raja yang berjiwa ksatria. Kecerdasannya membantu banyak wanita pada waktu itu agar bisa mengenyam pendidikan sekolah. Pada waktu itu anak laki-lakilah yang diprioritaskan untuk sekolah sedangkan anak perempuan, setelah dia berumur belasan hanya dikurung didapur untuk memasak dan dinikahkan untuk melahirkan pejuang-pejuang baru. Maka putri kelahiran Jepara Jawa Tengah itu, yang dapat merasakan kebebasannya sendiri, ingin membantu sesama kaumnya. Karena merasa dirinya dan perempuan lain membutuhkan pendidikan akhirnya berdirilah sekolah untuk para perempuan.
Wahai para perempuan, kita sebagai muslimah sejati. Madrasah pertama bagi anak-anak kita. Mari kita berfikir bijak dan kritis dalam menghadapi dunia modern ini. Ada beberapa tips untuk kita agar bisa berjuang di jalan Allah namun dengan mengambil sisi positif kemajuan tekhnologi.
1. Kreatif
Seperti halnya Siti Khodijah r.a, kita juga harus bisa mengembangkan bakat kita dalam berbagai hal. Tak menghilangkan rasa hormat kita kepada suami. Namun kita bisa membantu mereka dalam hal ekonomi dengan memanfaatkan tekhnologi. Seperti halnya jaman sekarang, banyak sekali perusahaan mempromosikan produknya lewat jejaring sosial. Kita sebagai muslimah muda atau bahkan sudah mempunyai keluarga bisa mengembangkat bakat kita, hobi kita menjadi rezeki yang halal. Cukup menjalani hobi kita seperti memasak, menjahit, membuat kerajinan tangan atau lainnya. Lalu kita manfaatkan jejaring sosial untuk mempromosikan produk kita seperti halnya perusahaan. Bahkan kita lebih bisa ramah kepada pelanggan, karena produk itu adalah hasil dari tangan kita sendiri.
2. Cemerlang
Begitu halnya RA Kartini, kita sebagai kaum penerusnya juga harus cemerlang. Banyak dari kaum mudi yang menaruh hati kepada seorang kaum muda namun ia hanya meresapi dan mencurahkan kepada teman saja. Seharusnya, kita sebagai mudi bisa mengembangkan kecemerlangan fikiran kita untuk menulis suatu karya atau cerita agar bisa menghasilkan sebuah buku motivasi bagi para pemudi lainnya. Dan dengan itu kita bisa menghidupkan dunia kepenulisan ataupun lainnya atas nama perempuan.
3. Kritis
Banyak muslimah mengalami kegundahan hati karena dia tidak bisa kritis menghadapi perkembangan dunia yang semakin pesat. Lau apakah yang disebut kritis itu?
Kritis kepada semua hal yang berpengaruh terhadap hidup kita, khususnya berita yang ada di Indonesia itu sendiri. Kita harus mengetahui perkembangan disetiap berita. Kedetailan pemerintah dalam memperlakukan bangsa, sudah baik ataukan malah memundurkan. Karena muslimah cerdas itu adalah musimah yang berpengetahuan luas dan mampu mengkritisi namun disertakan alasan yang benar dan berbobot.
Monday, January 23, 2017
Tips Muslimah Menghadapi Dunia Modern
Subscribe to:
Posts (Atom)